jump to navigation

MERAIH SUKSES DENGAN MELAYANI March 12, 2007

Posted by satriawan in Motivation.
add a comment

“Semua orang bisa menjadi orang hebat karena semua orang bisa melayani. Anda tidak memerlukan ijazah perguruan tinggi untuk dapat melayani. Anda tidak perlu menimbang-nimbang dan memutuskan untuk melayani. Yang Anda butuhkan hanya hati yang penuh belas kasihan. Jiwa yang digerakkan oleh kasih.” – Martin Luther King –

Beberapa hari lalu saya datang ke sebuah Bank swasta di Jakarta untuk sebuah transaksi. Ketika selesai melakukan transaksi, teller dengan senyumnya yang ramah meminta saya memilih salah satu kertas kecil yang sudah disiapkan di meja teller dan memasukannya ke dalam kotak. Ada dua pilihan dengan dua warna kertas yang berbeda yang merupakan penilaian kita terhadap kinerja pelayanan si teller tersebut. Rupanya Bank yang memiliki jutaan nasabah pemegang ATM ini secara sadar berorientasi untuk mencetak karyawan yang memiliki orientasi pada “customer focus” dalam kinerjanya.

Pada hari lain saya memasuki banking hall sebuah bank swasta lainnya. Mulai dengan memasuki ruangan, saya menjumpai personil dengan sikap yang seragam, dari satpam yang mulai membukakan pintu, petugas customer service, teller sampai ke manager cabangnya. Rupanya Bank ini secara sadar juga berorientasi mencetak karyawan untuk menginternalisasikan dan saling menularkan nilai-nilai pelayanan dan integritas yang diekspresikan dalam tindakan nyata.

Derap persaingan dalam era kehidupan yang semakin komplek, apalagi dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif, semakin menuntut adanya peningkatan kualitas dalam pelayanan, kalau ingin bertahan dalam persaingan. Organisasi dan perusahaan tidak mengizinkan lagi seorang karyawan sebagai bagian dari perusahaan untuk tidak memberikan pelayanan dengan baik. Setiap karyawan merupakan bagian dari keunggulan organisasi perusahaan, sehingga harus berorientasi pada “customer focus” untuk memberikan kepuasaan pelanggan.

Marilah kita perhatikan pada setiap perusahaan-perusahaan besar, apa kunci prestasi mereka sehingga perusahaan mereka bisa bertahan di tengah maraknya persaingan ?

Apa kunci keberhasilan mereka untuk dapat terus bertumbuh menjadi besar ?.

Pasti Anda akan menemukan salah satu kunci terpenting dalam kesuksesannya adalah kesediaan untuk melayani pelanggannya. Maka banyak perusahaan mengangkat tema “kepuasan pelanggan” menjadi bagian penting dalam beberapa tahun terakhir ini. Perusahaan yang senantiasa mau mendengarkan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen niscaya akan lebih mudah dalam meraih dan mempertahankan kesuksesannya.

Paradigma melayani sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena sudah sejak dulu para guru spiritual selalu mengajarkan akan hal ini. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana agar kita juga bisa memiliki hati yang mau melayani?

Mungkin beberapa langkah berikut ini perlu dipertimbangkan

1. Memandang pekerjaan adalah ibadah

Dalam hidup ini kita harus mempertanggungjawabkan kehidupan kita kepada Allah Sang Pemilik Kehidupan dan kepada orang lain. Dengan demikian, hendaknya setiap apa yang kita kerjakan dalam kehidupan hanyalah berorientasi pada pengabdian kita kepada Allah dan pelayanan kepada orang lain. Dengan memiliki kesadaran ini, maka pekerjaan adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah dan kepada orang lain.

Memiliki kesadaran memandang pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dapat memberikan keikhlasan hati untuk senantiasa melayani orang lain dengan baik. Apakah itu pelanggan kita, apakah itu teman-teman kita, apakah itu bos dan pemimpin kita. Dengan demikian orang lain akan memberikan apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Kalau hal ini dijadikan sebagai kedisiplinan, inilah modal bagi kesuksesan kita.

2. Kehidupan adalah kesempatan membantu orang lain.

Motivator kelas dunia, Zig Ziglar pernah berkata, “Anda bisa memperoleh apa pun dalam kehidupan ini sepanjang Anda juga mau menolong orang lain memperoleh apa yang mereka inginkan.” Inilah sebuah prinsip bahwa memperoleh apa yang kita inginkan dapat dimulai dengan membantu orang lain memperoleh keinginannya.

Hidup ini adalah sebuah anugerah dari Allah Tuhan Yang Maha Kaya. Sebagai rasa syukur terhadap kehidupan, kita harus menggunakannya untuk membantu orang lain, bukan hanya untuk diri kita sendiri. Hal ini secara tegas disebutkan oleh Allah bahwa kehadiran manusia ini mengemban amanah sebagai wakil Allah dimuka bumi ini. Manusia memiliki kewenangan sebagai “khalifah” penguasa kehidupan di muka bumi.

Dengan demikian setiap orang mengemban amanah untuk mensejahterakan kehidupan orang lain dan alam semesta ini. Bukan menghancurkan orang lain dan alam semesta untuk kepentingannya sendiri.

Gunakan kehidupan yang kita miliki sebagai kesempatan berharga untuk membantu banyak orang lain. Semakin banyak waktu kehidupan yang diberikan, semakin banyak manfaat yang kita bagikan untuk orang lain. Dengan demikian, hidup Anda akan jauh lebih bermakna.

3. Siapa Menabur Dialah Yang Akan Menuai

Pepatah bijak mengatakan siapa yang menabur dialah yang akan menuainya. Saya sangat sepaham dengan pepatah bijak ini, bahwa apa yang kita tabur akan kita tuai. Kalau kita menaburkan benih-benih kebaikan, maka kita akan memamen hasil kebaikan. Kalau kita menebarkan pelayanan, maka kita akan menuai kemudahan-kemudahan dalam kehidupan. Begitupun sebaliknya.

Sayangnya, banyak orang sering kurang menyadari, kalau rejeki yang kita peroleh sesungguhnya melalui orang lain. Demikian juga apa yang kita peroleh sebaiknya sebagian dibagikan bagi orang lain. Kalau kita sebagai karyawan, maka sesungguhnya gaji yang kita peroleh itu berasal dari pelanggan, bukan dari sang pemilik pemilik atau pemimpin perusahaan.

Demikian juga kalau kita seroang pengusaha, sesungguhnya keuntungan yang kita peroleh asalnya dari sang pelanggan. Maka penting memiliki kesadaran untuk memperhatikan suara dan keluhan pelanggan. Dengan memperlakukan mereka secara baik dan memuasakan, maka perusahaan akan menuai keuntungannya yang akhirnya dapat menghidupi pengushaa dan karyawannya.

Ingatlah bahwa kehidupan ibarat ladang pertanian yang subur. Setiap benih yang kita sebarkan akan tumbuh dan memberikan hasil. Kalau benih kebaikan yang kita taburkan, maka akan memberikan hasil kebaikan. Demikian sebaliknya. Maka kalau inngin meraih kesuksesan, tanamkan benih-benih pelayanan kepada orang lain, sehingga kita kan menuai kemudahan-kemudahan dalam kehidupan.

Salam Revolusi Nurani.

Sumber: Meraih Sukses Dengan Melayani Oleh Eko Jalu Santoso, Penulis Buku “The Art of Life Revolution”, Penerbit Elex Media Komputindo, bisa didapatkan di Gramedia. Founder Motivasi Nurani Indonesia. Weblog: www.EkoJaluSantoso.com

Begadang di Taman Oval Tarakan February 6, 2007

Posted by satriawan in Jelajah.
3 comments

Selepas Magrib ….. seiring dengan semakin laparnya perut, kami meluncur ke sebuah taman di Tarakan. Ada satu cerita menarik yang membuatku penasaran. Kata orang, di taman ini kita bebas berinternet …. yup, betul !!! taman ini sudah dilengkapi dengan hotspot area.

Akhirnya, rasa penasaranku terbayar. Setelah aku coba sendiri … walahhhh … emang cepat aksesnya. Beneran lo … kalau kagak percaya, silakan saja main ke Tarakan …. silakan akses internet gratis !!! Beneran, Gratis !!!

Okey dech …. segini dulu cerita singkat langsung dari Taman Oval Tarakan.

Berkendara Juga Ada Aturannya January 19, 2007

Posted by satriawan in Teknologi.
add a comment

Saat anda mengendarai mobil ternyata ada seninya juga dan itu bukan sekedar mentaati peraturan lalu-lintas saja. Sopan santun di jalan, apalagi dengan teman seperjalanan, tidak kalah pentingnya.

Cara berkendara merupakan cerminan pribadi dan bila anda mengemudi dengan kasar identik dengan sifat urakan. Atau sebaliknya jika anda mengemudi dengan halus dapat dikatakan bahwa sifatnya lembut.

Singkatnya, berkendara pun sama artinya dengan menjaga nama baik dan perilaku. Mengemudi sendirian di jalan raya tentu akan berbeda dengan mengemudi bersama orang lain. Mengemudi bersama orang yang lebih tua atau klien tentu akan membutuhkan lebih banyak kesopanan dan kesantunan daripada dengan teman akrab. Bersama teman, tentu semua etika tersebut berlaku lebih fleksibel.

Posisi Duduk. Seperti halnya di Inggris yang posisi pengemudinya berada di sebelah kanan, orang yang lebih tua sebaiknya duduk di sebelah kiri belakang dan anda di sebelah kanan. Jika anda tidak menggunakan sopir maka sebaiknya orang yang lebih tua duduk di kiri depan. Jika ada anak kecil yang ikut serta sebaiknya didudukkan di tengah belakang. Hal-hal tersebut di atas juga berlaku bila anda berkendara dengan klien. Bedanya adalah jika anda duduk di belakang bersama klien maka duduklah menyerong menghadap di klien dan jangan duduk lurus menghadap sopir.

Rokok. Mobil bukanlah tempat merokok. Anda dapat makan permen atau makanan kecil lain, mengobrol atau dengar musik untuk mencegah kantuk. Orang yang tidak merokok dalam mobil adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya. Meski teman seperjalanan anda mempersilakan untuk merokok tetapi sebenarnya itu bisa merupakan basa-basi. Jika anda sebagai pemilik mobil dan ingin agar mobil anda tetap bersih sebaiknya jok mobil di lap dengan kain basah kemudian dengan kain kering. Keset dan asbak mobil juga dicuci setiap hari.

Makan. Bila anda ingin makan di mobil boleh-boleh saja tetapi sebaiknya makanan yang dimakan tidak membuat kotor, tidak menimbulkan bau dan tetap rapi. Bila perlu, anda dapat menggunakan alas kain di pangkuan anda agar makanan anda tidak tercecer di mobil anda.

Musik. Jika anda suka musik sebaiknya pilihlah yang lembut dengan volume sedang. Karena akan mententramkan perasaan hati (mood) yang buruk, apalagi jika anda berkendara di Jakarta yang sering macet dengan suara klakson yang berisik dari kiri-kanan. Bila anda berkendara bersama klien maka musik yang lembut akan lebih mujdah mencairkan suasana. Karena jika anda menyetel musik keras maka meningkatkan adrenalin dan bersemangat serta membuat orang mudah terpancing emosi. Mungkin anda bisa menanyakan jenis musik yang disukainya atau anda tunjukkan koleksi kaset / CD anda. Atau anda ingin mendengarkan radio sebaiknya atur bahwa anda telah memilih gelombang radio yang tepat. Mengganti-ganti gelombang radio menunjukkan bahwa anda termasuk orang yang tidak sabaran dan kurang dapat mengendalikan diri. Selamat berkendara. (perempuan.com)

Perkembangan Si Kecil Anda January 19, 2007

Posted by satriawan in Sex & Keluarga.
2 comments

Perkembangan kemajuan fisik seorang anak tentu akan sangat membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi tentunya anda pun mulai bertanya-tanya bila pertumbuhannya tidak seperti yang anda harapkan. Setiap anak itu memiliki tahap tumbuh kembang yang berbeda.

Sebagai orangtua anda tak perlu khawatir akan perkembangan si Kecil, sepanjang pertumbuhannya masih dalam batas yang wajar. Sebagai perbandingan, tak ada salahnya anda mengetahui tahap-tahap tumbuh kembang anak usia tiga tahun pertama. Sebab di usia inilah biasanya anak menunjukkan kemajuan yang berarti dalam kehidupannya. Di usia ini pula anak mulai menampakkan perkembangan fisik, intelektual, maupun kepribadiannya.

Usia 0 – 3 bulan
Hari-hari pertama kelahirannya merupakan masa penyesuaian bagi bayi. Lututnya pun masih sering tampak tertekuk, seperti ketika ia masih dalam kandungan. Di usia ini aktivitas sehari-harinya banyak diisi dengan tidur. Begitu menginjak usia enam minggu sampai usia tiga bulan, perkembangannya cukup berarti. Kaki sudah mulai lurus, dengan kepala sedikit terangkat. Ia mampu membalas senyum ter-hadap orang-orang di sekelilingnya. Tangannya sudah mampu menggenggam benda yang ada di tangannya.

Usia 3 – 6 bulan
Mulai usia 3 bulan, bayi sudah bisa mengangkat kepala sampai 90 derajat. Ia juga sudah pandai mengangkat dada. Benda apa saja yang dipegang cenderung dimasukkan ke dalam mulutnya. Jika diajak bermain, ia sudah bisa memberi respon, tertawa, menjerit dan sesekali berceloteh. Pada usia enam bulan, ia mampu berpindah dari posisi tengkurap ke posisi telentang. Sesekali tangannya menyangga tubuhnya, yang berada pada posisi setengah duduk. Gigi geligi su-dah mulai tumbuh, sehingga kemampuan mengunyahnya pun sudah mulai tampak.

Usia 6 – 12 bulan
Memasuki usia enam bulan, si kecil sudah bisa duduk tanpa dibantu. Ia pun sudah pandai tengkurap dan berbalik ke posisi telentang. Begitu memasuki usia sepuluh bulan, ia sudah bisa bertepuk tangan dan melambaikan tangan. Pada usia 12 bulan kakinya sudah mulai kuat menyangga tubuhnya untuk berjalan. Ia pun juga sudah bisa mengucapkan satu dua buah kata. (perempuan.com)

Sentuhan Sayang January 19, 2007

Posted by satriawan in Hello.
add a comment

Sentuhan Sayang

Pengarang : V. Lestari
Helen, seorang wanita cantik berusia setengah baya, ditemukan tewas oleh suami dan putranya. Tak ada tanda trauma apa pun pada tubuhnya. Dugaan sementara, ia bunuh diri kerena putus asa pada penyakit kanker yang dideritanya. Soma, suaminya, menolak dilakukannya otopsi karena dokter yang menangani istrinya juga mengatakan jenazah meninggal bukan akibat kekerasan. Namun, begitu jenazah dikubur, satu demi satu misteri wanita bernama Helen terkuak. Ternyata dia wanita sehat, tidak menderita penyakit apa pun. Ternyata dia punya affair dengan dokter yang menanganinya. Ternyata dia suka sekali meminjamkan uang kepada tetangga-tetangga sekitarnya. Dan sebagai suaminya, Soma tidak pernah tahu hal-hal tersebut. Mungkinkah Helen dibunuh oleh salah satu pengutang? Bagaimanakah caranya membunuh, sementara tanda-tanda kekerasan tak ada pada jasad Helen? Sementara misteri tentang Helen belum terkuak, satu orang lagi menjadi korban pembunuhan. Adakah hubungannya kematian Helen dengan kematian pembantunya? Mau tak mau Soma menyetujui penggalian kembali makam Helen, untuk mencari kebenaran. Tapi siapkah Soma menerima lagi kejutan dari mendiang istrinya?

Harga : Rp. 55.000,00
Ukuran : 11 x 18 Cm
Tebal : 656 Halaman
Terbit : Januari 2007