jump to navigation

Berkendara Juga Ada Aturannya January 19, 2007

Posted by satriawan in Teknologi.
add a comment

Saat anda mengendarai mobil ternyata ada seninya juga dan itu bukan sekedar mentaati peraturan lalu-lintas saja. Sopan santun di jalan, apalagi dengan teman seperjalanan, tidak kalah pentingnya.

Cara berkendara merupakan cerminan pribadi dan bila anda mengemudi dengan kasar identik dengan sifat urakan. Atau sebaliknya jika anda mengemudi dengan halus dapat dikatakan bahwa sifatnya lembut.

Singkatnya, berkendara pun sama artinya dengan menjaga nama baik dan perilaku. Mengemudi sendirian di jalan raya tentu akan berbeda dengan mengemudi bersama orang lain. Mengemudi bersama orang yang lebih tua atau klien tentu akan membutuhkan lebih banyak kesopanan dan kesantunan daripada dengan teman akrab. Bersama teman, tentu semua etika tersebut berlaku lebih fleksibel.

Posisi Duduk. Seperti halnya di Inggris yang posisi pengemudinya berada di sebelah kanan, orang yang lebih tua sebaiknya duduk di sebelah kiri belakang dan anda di sebelah kanan. Jika anda tidak menggunakan sopir maka sebaiknya orang yang lebih tua duduk di kiri depan. Jika ada anak kecil yang ikut serta sebaiknya didudukkan di tengah belakang. Hal-hal tersebut di atas juga berlaku bila anda berkendara dengan klien. Bedanya adalah jika anda duduk di belakang bersama klien maka duduklah menyerong menghadap di klien dan jangan duduk lurus menghadap sopir.

Rokok. Mobil bukanlah tempat merokok. Anda dapat makan permen atau makanan kecil lain, mengobrol atau dengar musik untuk mencegah kantuk. Orang yang tidak merokok dalam mobil adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya. Meski teman seperjalanan anda mempersilakan untuk merokok tetapi sebenarnya itu bisa merupakan basa-basi. Jika anda sebagai pemilik mobil dan ingin agar mobil anda tetap bersih sebaiknya jok mobil di lap dengan kain basah kemudian dengan kain kering. Keset dan asbak mobil juga dicuci setiap hari.

Makan. Bila anda ingin makan di mobil boleh-boleh saja tetapi sebaiknya makanan yang dimakan tidak membuat kotor, tidak menimbulkan bau dan tetap rapi. Bila perlu, anda dapat menggunakan alas kain di pangkuan anda agar makanan anda tidak tercecer di mobil anda.

Musik. Jika anda suka musik sebaiknya pilihlah yang lembut dengan volume sedang. Karena akan mententramkan perasaan hati (mood) yang buruk, apalagi jika anda berkendara di Jakarta yang sering macet dengan suara klakson yang berisik dari kiri-kanan. Bila anda berkendara bersama klien maka musik yang lembut akan lebih mujdah mencairkan suasana. Karena jika anda menyetel musik keras maka meningkatkan adrenalin dan bersemangat serta membuat orang mudah terpancing emosi. Mungkin anda bisa menanyakan jenis musik yang disukainya atau anda tunjukkan koleksi kaset / CD anda. Atau anda ingin mendengarkan radio sebaiknya atur bahwa anda telah memilih gelombang radio yang tepat. Mengganti-ganti gelombang radio menunjukkan bahwa anda termasuk orang yang tidak sabaran dan kurang dapat mengendalikan diri. Selamat berkendara. (perempuan.com)

Perkembangan Si Kecil Anda January 19, 2007

Posted by satriawan in Sex & Keluarga.
1 comment so far

Perkembangan kemajuan fisik seorang anak tentu akan sangat membahagiakan kedua orang tuanya. Tapi tentunya anda pun mulai bertanya-tanya bila pertumbuhannya tidak seperti yang anda harapkan. Setiap anak itu memiliki tahap tumbuh kembang yang berbeda.

Sebagai orangtua anda tak perlu khawatir akan perkembangan si Kecil, sepanjang pertumbuhannya masih dalam batas yang wajar. Sebagai perbandingan, tak ada salahnya anda mengetahui tahap-tahap tumbuh kembang anak usia tiga tahun pertama. Sebab di usia inilah biasanya anak menunjukkan kemajuan yang berarti dalam kehidupannya. Di usia ini pula anak mulai menampakkan perkembangan fisik, intelektual, maupun kepribadiannya.

Usia 0 – 3 bulan
Hari-hari pertama kelahirannya merupakan masa penyesuaian bagi bayi. Lututnya pun masih sering tampak tertekuk, seperti ketika ia masih dalam kandungan. Di usia ini aktivitas sehari-harinya banyak diisi dengan tidur. Begitu menginjak usia enam minggu sampai usia tiga bulan, perkembangannya cukup berarti. Kaki sudah mulai lurus, dengan kepala sedikit terangkat. Ia mampu membalas senyum ter-hadap orang-orang di sekelilingnya. Tangannya sudah mampu menggenggam benda yang ada di tangannya.

Usia 3 – 6 bulan
Mulai usia 3 bulan, bayi sudah bisa mengangkat kepala sampai 90 derajat. Ia juga sudah pandai mengangkat dada. Benda apa saja yang dipegang cenderung dimasukkan ke dalam mulutnya. Jika diajak bermain, ia sudah bisa memberi respon, tertawa, menjerit dan sesekali berceloteh. Pada usia enam bulan, ia mampu berpindah dari posisi tengkurap ke posisi telentang. Sesekali tangannya menyangga tubuhnya, yang berada pada posisi setengah duduk. Gigi geligi su-dah mulai tumbuh, sehingga kemampuan mengunyahnya pun sudah mulai tampak.

Usia 6 – 12 bulan
Memasuki usia enam bulan, si kecil sudah bisa duduk tanpa dibantu. Ia pun sudah pandai tengkurap dan berbalik ke posisi telentang. Begitu memasuki usia sepuluh bulan, ia sudah bisa bertepuk tangan dan melambaikan tangan. Pada usia 12 bulan kakinya sudah mulai kuat menyangga tubuhnya untuk berjalan. Ia pun juga sudah bisa mengucapkan satu dua buah kata. (perempuan.com)

Sentuhan Sayang January 19, 2007

Posted by satriawan in Hello.
add a comment

Sentuhan Sayang

Pengarang : V. Lestari
Helen, seorang wanita cantik berusia setengah baya, ditemukan tewas oleh suami dan putranya. Tak ada tanda trauma apa pun pada tubuhnya. Dugaan sementara, ia bunuh diri kerena putus asa pada penyakit kanker yang dideritanya. Soma, suaminya, menolak dilakukannya otopsi karena dokter yang menangani istrinya juga mengatakan jenazah meninggal bukan akibat kekerasan. Namun, begitu jenazah dikubur, satu demi satu misteri wanita bernama Helen terkuak. Ternyata dia wanita sehat, tidak menderita penyakit apa pun. Ternyata dia punya affair dengan dokter yang menanganinya. Ternyata dia suka sekali meminjamkan uang kepada tetangga-tetangga sekitarnya. Dan sebagai suaminya, Soma tidak pernah tahu hal-hal tersebut. Mungkinkah Helen dibunuh oleh salah satu pengutang? Bagaimanakah caranya membunuh, sementara tanda-tanda kekerasan tak ada pada jasad Helen? Sementara misteri tentang Helen belum terkuak, satu orang lagi menjadi korban pembunuhan. Adakah hubungannya kematian Helen dengan kematian pembantunya? Mau tak mau Soma menyetujui penggalian kembali makam Helen, untuk mencari kebenaran. Tapi siapkah Soma menerima lagi kejutan dari mendiang istrinya?

Harga : Rp. 55.000,00
Ukuran : 11 x 18 Cm
Tebal : 656 Halaman
Terbit : Januari 2007